Langsung ke konten utama

Postingan

Graduate on Progress...

Hai, udah lama nih kayaknya gue gak main ke sini sampe berdebu ini blog hehehe. Well, karena satu dan lain kesibukan gue jadi jarang nulis dan sepi deh… Pertanyaan genting yang selalu muncul kalo gue lagi mengetuk dengan ramah huruf-huruf yang ada di keyboard Brownie, laptop yang udah nemenin gue dari awal kuliah. Bokap selalu ada di belakang gue dan juga selalu memunculkan pertanyaan yang sama, “Masih banyak, Yah, skripsinya?”

Secangkir Percakapan

Hari Minggu kali ini sepertinya enggan merangkak menuju Senin Ingin tetap menjadi Minggu yang candu Minggu yang sendu Terlebih percakapan tentang masa depan ini Dengan bapak Dengan mama Entah percakapan untuk ke berapa kalinya Namun, mereka seakan selalu bergairah saat membicarakannya "Kami akan selalu mendukung apa dan siapa pilihanmu. Selama itu baik dan kamu bahagia," katanya Dan kemudian bapak akan bercerita Bagaimana bertemu mama Bagaimana pernikahan mereka bermula Ah, syahdu sekali kedengarannya Kemudian, aku teringat kamu Teringat kita...

Bahasa Indonesia, Dulu-Sekarang-Nanti

Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu yang dijadikan sebagai bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja. Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam kerapatan Pemuda dan berikrar (1) bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia, (2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan (3) menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda. Oke, mungkin itu sedikit prolog  tentang bahasa Indonesia. Sekarang yang mau gue tuangkan ke dalam blog ini adalah masih cukup banyak orang yang menganggap bahasa Indonesia adalah sesuatu yang ‘kecil’, gampang, dan ungkapan lain yang serupa. Kenapa gue bilang seperti  i...

Teruntuk Januari dan Novemberku

Halo, Januari Rasanya baru kemarin kamu datang dengan segumpal asa tahun baru Hadir dengan letupan kembang api serta gerimis manis malam itu Januari, terima kasih Kamu telah memberikan kotak pandoraku yang indah Memberikan Januari kedua puluh satu yang "wah!"

Cinta di Surya Kencana

Ini perjalanan kedua kami setelah Jogja Bukan lagi pantai, tapi gunung Bukan penginapan dengan selimut, tapi tenda serta kantung tidur Perjalanan yang tak terencana sebenarnya Kini, biar mereka yang bercerita...

Love, Life, Laugh...

Kalo 2013 ini harus dikasih nama sebagai sebuah kesimpulan, gue ga tau harus namain 2013 sebagai apa. Tahun 2013 ini semacam tahun yang ajaib buat gue. Dari cinta sampe kecewa dari orang yang sama. Bahkan gak hanya gue, orang tua gue pun ngerasain hal yang sama. Bagusnya hal itu gak berlangsung lama. Ada seseorang yang hadir dan mengembalikan kepercayaan. Baik buat gue dan juga orang tua gue. Inget seseseorang yang gue kasih nama “Patrick” di tulisan yang lalu? Itu dia orang yang udah nyulik gue ke jogja dan berhasil mengembalikan kepercayaan itu.  And fortunately, we have some lovely trip in this wonderful 2013. Here he is...

Ada 'indah' pada 'pindah'

Memang tidak semua pindah buruk. Tidak juga selalu indah seperti kata yang tersisip didalamnya. Pun dengan pindah hati. Bagaimana kau tahu bahwa hati selain dia sama brengseknya jika kau sendiri tak mencoba membuka pintu dan mengucapkan mantra ajaibnya? Bagaimana kau tahu bahwa tidak akan ada hati yang lebih indah jika kau tak mengemasi dan menyudahi kenanganmu? Semoga kau yang belum menemukan indah pada kepindahanmu, segera menemukannya. Seperti aku, yang kini telah menemukan indah pada pindahku.